Blog

#AnakBaikRealGood

Kirana Tidak Nakal, ia Hanya Butuh Waktu Untuk Menjadi Baik

26 Jun 2018 11:06:30

Aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya anak nakal. Yang ada mungkin anak yang kurang dimengerti, kurang perhatian, pengarahan, apresiasi, atau ruang untuk berekspresi. Sesungguhnya, orang terdekat dan lingkunganlah yang membuat seorang anak menjadi 'nakal'.

Saat memasuki umur 2 tahun, sulungku Kirana yang tadinya lucu dan menggemaskan perlahan berubah menjadi sensitif, gampang mengamuk, memukul, hingga menangis sambil menjerit - jerit. Penyebabnya begitu sepele, terkadang bahkan Kirana menangis tanpa sebab. Kalaupun ia mengamuk karena  menginginkan sesuatu, saat keinginannya dituruti tak langsung membuatnya anteng dan kalem. Jika sudah menangis, tangisannya baru bisa berhenti setelah satu jam lamanya. Dan hal ini berlangsung setiap hari. Kadang dalam sehari juga bisa 3 kali ia menangis tantrum. Fase ini sungguh membuat frustrasi hingga suami sempat mengajakku ke psikolog anak untuk berkonsultasi.

Sempat dicap sebagai anak nakal oleh orang - orang tidak serta merta membuatku sepaham dengan yang mereka katakan. Berbekal diskusi dengan para sahabat serta membaca berbagai info tentang temper tantrum dan 'terrible two' membuatku menyadari bahwa Kirana sedang dalam proses belajar mengendalikan emosi. Dan ini tidak mudah untuk usianya, mengingat syaraf otaknya saja belum berkesinambungan hingga belum bisa membedakan mana hal baik dan buruk.

Sebagai seorang ibu, yang bisa aku lakukan hanyalah bersabar, berempati, mendoakan, serta mencari berbagai jurus untuk mengendalikan tantrumnya. Setelah tantrumnya mereda, tak bosan - bosannya aku menjelaskan bahwa yang dilakukannya itu tidak baik dan membuatku bersedih. Sebisa mungkin aku juga berusaha memenuhi kebutuhan kasih sayang dan menjalin komunikasi yang baik dengan Kirana. Usaha yang tidak mudah karena terkadang aku juga masih sering terpancing emosi. Namun dalam hati aku percaya bahwa Kirana bukan anak nakal, dan tantrumnya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Kini Kirana sudah masuk TK B dan tumbuh menjadi anak yang baik dan ceria. Setiap hari rumahku selalu ramai oleh tawa dan celotehnya.

Sebagai kakak, ia suka mengajak bermain dan berbagi mainan dengan adiknya. Setelah bermain, Kirana juga mulai belajar  merapikan mainan. Tak jarang ia menenangkan adiknya kala si adik menangis. Kirana juga sudah belajar mandi sendiri dan ke toilet sendiri lho.

Dulu setiap bertamu ke rumah tante atau saudara lainnya, Kirana selalu ngumpet dan badmood hingga membuatku tak enak hati sendiri dengan tuan rumah. Namun sekarang Kirana sudah jauh jauh lebih ramah dengan siapa saja, mau membaur dan bisa diajak berkomunikasi dengan baik.

Maaf dan terima kasih adalah kata yang dulu begitu anti diucapkan untuk Kirana. Namun kini ia sudah mengerti konsep maaf dan terima kasih serta mau menerapkannya.

Empatinya juga mulai tumbuh, karena tak jarang ia sering bertanya padaku, "Mama capek ya?". Hal yang paling menghangatkan hati adalah ketika Kirana memelukku sambil berkata, "Kira sayang sama mama.".

Sesekali Kirana masih menangis, untuk makan juga masih disuapi. Namun sejauh ini aku sangat bersyukur dengan perubahan - perubahan positif yang ditunjukkan oleh Kirana. Entah apa jadinya jika dulu aku menghadapi tantrumnya dengan kemarahan dan kekasaran.

Terima kasih sudah menjadi anak baik ya kak. Tetaplah baik. Semoga mama bisa selalu mendampingi di setiap fase tumbuh kembangmu. Doa mama selalu untukmu.

Reaksimu Tentang Blog diatas ?

Penulis Blog

Diar Ronayu Kharisti

Blog Lainnya