Blog

#AnakBaikRealGood

Fatimah si Penyayang Binatang

22 May 2018 20:51:28

Sejak umur 2 tahun, anak saya Fatimah suka sekali bertanya tentang bermacam macam binatang. Dari mulai binatang yang kecil seperti semut, kucing, sampai binatang besar seperti gajah. Salah satu binatang yang dia suka adalah kucing. Kami memang tidak mampu memelihara kucing sendiri dengan banyak pertimbangan seperti perawatan yang sulit, juga pertimbangan saya yang memiliki penyakit asma dan tidak tahan bulu kucing. Namun hal itu tidak mengurangi rasa tertariknya pada kucing. Walaupun kami tidak memiliki kucing di rumah, kami sering berjalan jalan melihat lihat kucing di sekitar rumah kami. Ada kucing peliharaan tetangga, ada kucing terlantar yang berkeliaran, dan lain lain.
Berjalan jalan melihat kucing ini memberikan banyak sekali pelajaran untuk Fatim. Saya sebagai orangtua berusaha mendampingi dan memberikannya waktu untuk bereksplorasi dengan kucing. Awalnya Fatim bertanya kepada saya apa makanan kucing. Saya menjawab kucing suka sekali makan ikan… tetapi apakah betul demikian? Mungkin kita bisa melihat sendiri apa yang disukainya. Saya mengajaknya membawa tulang ikan yang masih ada daging ikannya untuk diberikan kepada kucing. Ayo kita lihat, apakah kucing suka makan ikan.. ajak saya ketika berjalan jalan pagi.
Dari sini Fatimah mendapat banyak pelajaran seperti: bagaimana memberi tahu kepada kucing bahwa ia membawa ikan, dan mengajak kucing tersebut agar mau makan ikan yang diberikan. Sebagian besar kucing liar ada yang langsung mau makan sisa ikan yang diberikan Fatim, tapi ada juga yang takut melihat Fatim dan langsung pergi. Ada juga kucing peliharaan yang cukup jinak mendekati Fatim, namun tidak mau makan ikan pemberian Fatim.
Awalnya Fatim cukup kecewa ketika ada kucing yang tidak mau makan ikan pemberiannya. Tapi itu adalah sebuah proses belajar yang harus dia alami. Fatim perlu belajar bahwa tidak semua teori atau pelajaran yang didapat , sesuai dengan kenyataan di lapangan. Kekecewaan ini membuat ia lebih bersemangat mempelajari lebih jauh lagi tentang kucing. Saya mengajaknya membaca buku dan lebih banyak lagi mengamati kejadian yang terjadi di komplek.
Beberapa hari setelah Fatim mendatangi kucing liar yang menjauhinya, kucing itu pelan pelan mulai mendekat, dan akhirnya mau makan sisa ikan pemberian Fatim…”Ooh, kayaknya dia kemarin takut dan belum kenal deh dengan Fatim, jadi dia nggak mau makan yang dikasih sama Fatim”.. begitu ujarnya dan mulai ceria kembali.
“Kalau kucing yang bulu panjang itu kenapa ya nggak mau makan makanan dari Fatim? Apa dia nggak doyan ya?” Fatim berkata sambil berpikir. “O iya, ya? Ayo kita lihat lagi kucing itu”, ajak saya. Kebetulan ketika sedang melihat kucing itu, saya melihat ibu pemilik kucing sedang berada di luar. Saya mengajak Fatim untuk bertemu dengannya. Walaupun masih malu malu, tapi Fatim mau juga mengikuti saya berkenalan dengan ibu pemilik kucing. Saya mengajak Fatim untuk minta izin bermain dengan kucing itu. “Permisi ibu.. maaf, anak saya suka sekali dengan kucing.. kami tidak dapat memelihara kucing di rumah karena saya alergi bulu kucing.. bolehkah kami bermain–main dengan kucing kepunyaan ibu?” ternyata ibu pemilik kucing ini sangat baik dan ramah. Ia mengizinkan Fatim bermain main dengan kucingnya. Ia juga bercerita tentang makanan kesukaan kucingnya. “Saya biasa memberikan kucing saya makanan ikan pindang yang langsung saya beli dari tukang sayur keliling”. Kata ibu pemilik kucing. “Oooh begitu.”, kata Fatim. Sekarang ia cukup puas dan mengetahui mengapa kucing itu tidak mau makan ikan pemberiannya.

Reaksimu Tentang Blog diatas ?

Penulis Blog

Wise Wisdamianti

Blog Lainnya