Blog

#AnakBaikRealGood

Anak Baik itu Memahami situasi dan kondisi dan Senang Berbagi

01 Jul 2018 00:46:34

Anak-anak baru mulai sekolah pada tanggal 16 Juli 2018, masih dua mingguan lagi. Sebagai emak-emak yang juga bekerja saya pun sempat galau karena biasanya si anak dititipkan di sekolah fullday. Tahun ini adalah pertama kalinya si kecil mengalami liburan sekolah yang cukup panjang setelah pindah sekolah ke PAUD, di daycare yang sebelumnya libur lebaran tidak pernah lama seperti ini selain itu juga tak ada libur kenaikan kelas.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, saya pun mencoba mengikuti jejak teman-teman sekantor yang 'terpaksa' membawa anaknya ke kantor saat libur sekolah. Beberapa kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyaan sempat terbayang di pikiran saya, karena anak saya masih terlalu muda.
"apakah anak saya akan merasa bosan?",
"apakah anak saya akan mengganggu rekan kerja lainnya?",
"apakah anak saya bisa 'berdamai dengan anak-anak lain yang kebetulan juga diajak 'ngungsi' ke kantor juga?"

Sempat terbayang akan terdengar suara-suara sumbang seperti "salahmu sendiri tidak pakai Asisten Rumah tangga" dan "ini kantor ya, bukan PAUD ! ".
Namun kita tak akan pernah tahu sebelum mencoba, sementara mencoba berpikiran positif.

Tanggal 21 Juni 2018, hari pertama kami masuk kerja dan bertepatan dengan acara syawalan di kantor, pada awalnya si kecil tampak mengikuti acara, tapi lama kelamaan dia pun merasa bosan jika terus duduk dan menyimak ceramah-ceramah. Menanggapi hal ini, saya pun sedikit mengalah dengan mengajaknya keluar dari acara syawalan untuk berkeliling kantor. Sambil mengajaknya bermain dan berkeliling saya meminta pengertian si kecil untuk bersabar. Syukurlah rekan-rekan di arena acara syawalan tampaknya bisa memaklumi kondisi ini, selain itu untungnya anak saya bukan satu-satunya anak kecil yang ikut ibunya ngantor.

Akhirnya Si Kecil mulai paham situasi dan kondisi.
Tanggal 22 Juni hingga 13 Juli mendatang si kecil akan ikut saya ke kantor, kecuali hari sabtu dan minggu. Sambil bekerja saya pun memantau kondisi anak saya saat ikut ke kantor.
"apakah anak saya merasa bosan?" Sejauh ini si kecil menunjukan itikad baik, jauh lebih baik dibandingkan hari pertama saat saya pertama masuk kerja. Mungkin karena sudah tak ada lagi acara yang mewajibkan kami duduk berjam-jam dan juga mungkin si kecil mulai terbiasa dengan aktivitas saya. Kebetulan di ruangan saya, selain si kecil ada juga tiga anak lainnya yang ikut 'berlibur' di kantor, jadi mereka bisa bermain bersama,menyingkirkan rasa bosan.

"apakah anak saya mengganggu rekan kerja lainnya?", sejauh ini saya tidak memiliki masalah dengan atasan dan sesama rekan kantor, walaupun saya tak tahu pasti dengan tepat batasan 'kadar' mengganggu bagi mereka. Namun yang pasti, upaya pencegahan yang saya lakukan supaya si kecil tidak terlalu mengganggu adalah dengan memberi batasan ruangan mana saja yang boleh dikunjungi, komputer dan peralatan mana saja yang boleh di sentuh, dan meminta si kecil untuk tidak terlalu banyak merengek.Sejauh ini tampaknya Si Kecil yang mulai paham situasi dan kondisi.

Si Kecil kini senang berbagi
"apakah anak saya bisa 'berdamai dengan anak-anak lain yang kebetulan juga diajak 'ngungsi' ke kantor juga?". Setelah menjalani beberapa hari sambil membawa si kecil ke kantor, saya dapat melihat bahwa mereka semua bisa berdamai dan menikmati kondisi mereka saat ini.

Anak yang lebih besar menjaga yang lebih kecil, pun sebaliknya anak yang lebih kecil menghormati yang lebih besar. Kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan pun terbilang aman karena mereka cuma berjalan keliling kantor, menaiki sepeda di lapangan, bermain guru-guruan, menggambar dan mewarnai,dan Sesekali tampak mereka sedang menonton film kartun bersama.

Satu hal yang paling menentramkan adalah si kecil tidak merengek saat anak yang lain jajan ke warung, saya memang sengaja membawa bekal camilan dari rumah supaya si kecil tidak jajan ke luar dulu pertimbangan saya karena anak saya masih belum paham penggunaan uang dan untuk menghindari pemilihan jajanan yang tidak sehat.

Pernah suatu hari mereka saling berbagi makanan. Karena memang tidak membeli jajanan, si kecil pun membagi bekalnya dengan teman yang lain. "mamaaa, aku dapat ini" sahut si kecil sambil menunjukan biskuit dari temannya kemudian si kecil membuka tas-nya dan membagikan susu Real Good, bekal yang dibawanya dari rumah .

Dibalik ramainya para Anak kecil ini, ternyata mereka semua adalah anak baik yang senang berbagi dan memahami situasi dah kondisi orang tuanya.

Reaksimu Tentang Blog diatas ?

Penulis Blog

NIRA RIESTIA RAHAYU

Blog Lainnya